dunia penerbangan dengan virus korona
KERUGIAN MASKAPAI DUNIA KARENA VIRUS KORONA
Virus yang dikenal juga sebagai 2019-nCoV itu dipahami adalah galur baru coronavirus yang sebelumnya belum diidentifikasi pada manusia. Gejala-gejala infeksi virus termasuk gangguan pernapasan, demam, batuk, sesak nafas dan kesulitan bernafas.Begitu pula dengan dunia penerbangan terkena imbasnya.
Sejumlah maskapai penerbangan global menghentikan penerbangan dari dan ke Wuhan, Tiongkok untuk mencegah penyebaran virus corona (2019-nCov). Virus ini juga telah menyebar ke Jepang, Thailand, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), Taiwan, dan Singapura. Jika berubah menjadi pandemik, industri penerbangan global bakal menghadapi kerugian.
Seperti dilansir Reuters, Cathay Pacific harus memangkas 40% penerbangannya dan mencatatkan kerugian. Begitu pula dengan Singapore Airlines Ltd, Japan Airlines Co Ltd, dan ANA Holdings Inc.

Penerbangan dari dan ke Wuhan Dibatalkan
Beberapa maskapai penerbangan dunia telah membatalkan penerbangan dari dan ke Wuhan setelah otoritas setempat mengumumkan wilayah tersebut ditutup. Maskapai penerbangan itu adalah Korean Air Lines, Scoot, China Airlines, ANA, Air Asia, dan Malindo. Maskapai penerbangan murah dari Korea Selatan, T'way Air, pada awal pekan ini juga menunda peluncuran rute baru ke Wuhan.


Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan antisipasi penyebaran virus corona melalui jalur penerbangan.
Dampak virus corona ini, informasi melalui NOTAM G0108/20 menyampaikan bahwa Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternate kecuali untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 02 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB), sehingga penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di China.

LARANGAN PENERBANGAN INDONESIA KE DAN DARI WUHAN

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan antisipasi penyebaran virus corona melalui jalur penerbangan.
Dampak virus corona ini, informasi melalui NOTAM G0108/20 menyampaikan bahwa Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternate kecuali untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 02 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB), sehingga penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di China.
PERINTAH KEMENHUB
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2807502/original/066552700_1557998456-20190516-Tiket-Pesawat-2.jpg)
Polana menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktur Keamanan Penerbangan Nomor : SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 yang berisikan perintah kepada maskapai untuk:
1. Melengkapi Kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan dibandara kedatangan;
2. Melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas (oleh PIC) apabila terdapat orang/ penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara;
3. Memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang, dan memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular penyakit.
4. Memberikan pengumuman didalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas KKP pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah dinegara terjangkit.
PEMERIKSAAN PENUPANG YANG TURUN DARI PESAWAT

Selain itu, Polana memerintahkan kepada operator penerbangan untuk terus meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional dan terus melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan untuk mengantisipasi menyebarnya virus pneumonia melalui jalur penerbangan.
Dari hasil laporan, hingga saat ini belum diketemukan adanya penumpang yang terjangkit virus pneumonia yang masuk melalui bandara di seluruh Indonesia.
"Kami juga menghimbau kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk terus waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi masuknya virus pneumonia melalui penerbangan karena keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan merupakan tanggung jawab kita bersama, "tutup Polana.
👍👍
BalasHapus👍👍
BalasHapusNgerii
BalasHapusWadidaw
BalasHapusSemoga virus coronanya gak semakin parah yah
BalasHapusNgerii
BalasHapusSemoga selalu dlm lindungan Allah SWT. Aminnnn
BalasHapusVery good
BalasHapusSiap
BalasHapusSiapp
BalasHapusIh seremm
BalasHapushaha
BalasHapusP
BalasHapus👍
BalasHapus